logo


PETANI MENGKERUT, FKDM KECANGKAN IKAT PINGGANG

Berikut penjelasanya
Kamis, 05 Sep 2019, 06:35:38, 267 View

PETANI MENGKERUT, FKDM KECANGKAN IKAT PINGGANG

TAJUKLOMBOK.COM - Datangnya musim panen tembakau tak lantas membuat petani terseyum, namun sebaliknya ribuan petani merasakan tekanan yang sangat besar. Harga tembakau yang buruk membuat petani terpaksa mengencangkan ikat kepala. (kamis 5/9/2019) Ini hari puluhan petani tembakau yang tergabung dalam SMS (Serikat Masyarakat Selatan) di dampingi oleh Sekjen FKDM Rusli haryadi dan Kabid PMS melakukan Hearing ke kantor DPRD Lombok Timur. Pada kesempatan tersebut perwakilan dari masing-masing perusahaan terlihat di antaranya B.A.T, SADANA dan perwakilan dari Dinas Perizinan dan DISTANAK. Dalam hal ini Para petani menyampaikan keluh kesah soal carut marutnya harga tembakau, tak sesuai dengan harapan sebelumnya. Mengingat biaya produksi tembakau tidaklah sedikit, mulai dari masa pembibitan sampai dengan final dalam perhektar petani harus mengeluarkan biaya paling sedikit Rp. 55000000/Ha belum di hitung biaya yang lain. Senada dengan yang di rilis oleh salah satu gudang Kemudian saat ini muncul lagi aturan baru bahwa gudang mengurangi jatah pembelian hal semakin menimbulkan kebingungan bagi para petani. Salah satu anggota SMS mengungkapkan "seharusnya kami diberi kemudahan dalam melakukan penjualan, tahun ini tembakau petani rata-rata bagus namun harga pembelian di gudang rata-rata di angka 19000/kg. Jika di hitung dari kos produksi maka jelas kami mengalami kerugian.. Lanjutnya " Hitungan sederhana kami begini, dalam satu Hektar taruh kata kami mendapatkan Dua Ton tembakau kering, sebelumnya mencapai 10 Ton tembakau basah, setelah kami melakukan pengomprongan maka akan mengalami penyuatuan berat di angka 70-80%. Setelah melalui proses pengepakan tembakau kami dengan kualitas bagus di hargakan 19000/Kg, jika di kalikan maka kami tetap tidak bisa mengejar biaya produksi (19000 x 2000 = Rp 38000.000 - Rp 55000000 = maka hasilnya petani mengalami kerugian Rp. 17000.000/Ha. Belum di hitung biaya yang lain, jika di kalikan berapa jumlah petani di Lombok Timur maka hasilnya Milyaran Rupiah. Dalam hal ini gudang perlu mempertimbangkan harga pembelian, ia harus sesuai dengan kualitas dan biaya produksi, kemudian di lain pihak PEMDA penting untuk melakukan pengawalan supaya rakyat tidak selalu di rugikan. Dalam Hearing kali ini petani menuntuk untuk di pasilitasi di antaranya A. Mendorong untuk di membuat PERDA soal Harga beli tembakau B. Monitoring PEMERINTAH dalam setiap musim panen dengan Pelibatan PRUSDA dan BUMD C. Berdirinya Greder indevenden, untuk mencegah permainan Harga D.Regulasi pemerintah untuk menekan kebijakan gudang dalam pembelian... Sekjen FKDM Kab Lotim Rusli juga angkat bicara " Tembakau ini adalah persoalan rakyat, jika petani mengalami kerugian maka akan berimbas pada komplik-komplik sosial, ini sudah menjadi Hukumnya. Mengapa Kami beserta Jajaran FKDM lain harus mengawal itu. (tl/red)