logo


Polres Loteng Bubarkan Perang Kembang Api di Jalan Raya Biao

Berikut penjelasanya
271 View

Polres Loteng Bubarkan Perang Kembang Api di Jalan Raya Biao
Pelaku dan sejumlah barang bukti dipamerkan saat digelar jumpa pers_foto doc. Humas Polda NTB

TAJUKLOMBOK. COM - Polres Lombok Tengah membubarkan Pesta kembang api atau Perang kembang api di jalan Raya Biao Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah Kabupaten Lombok Tengah

Kapolres Lombok Tengah AKBP  BUDI SANTOSO SH., SIK., MH dalam keterangan resminya menjelaskan apa yang terjadi  di Jembatan Biao Kelurahan Jontlak Kecamatan Praya Tengah.

"Bahwa terkait dengan adanya perang kembang api atau petasan menjadi atensi dari Polres Lombok Tengah yang mana kegiatan tersebut sangat mengganggu ketertiban Umum dan kenyamanan masyarakat dalam melaksanakan ibadah pada bulan suci Ramadhan," jelas Budi.

Dikatakannya, apa yang diperbuat oleh pelaku merupakan pelanggaran karena mengganggu ketertiban.

"Dengan adanya perang petasan tersebut juga akan menggnggu arus lalu lintas di jalan raya yang dapat membahayakan pengguna jalan," katanya.

Ditambahkannya, bahwa dari peristiwa tersebut tim berhasil mengamankan beberapa orang yang sebagian masih berstatus pelajar.

"Terkait dengan adanya perang petasan tersebut telah diamankan beberapa warga masyarakat yang sebagian besar masih bersetatus pelajar yang ikut dalam perang petasan tersebut dan untuk memberikan pelajaran serta membuat efek jera kepada mereka  maka dibeeikan tindakan agar melaksanakan wajib Lapor selain itu juga Menekankan kepada para orang tua untuk tetap mengawasi anaknya dalam menjalankan aktivitas selama bulan suci Ramdhan Libur terkait Covid - 19," imbuhnya.

Pada pembubaran tersebut Polres  Loteng mengamankan 6 (enam) orang dan setelah diperiksa oleh team penyidik Polres Loteng yang diduga melakukan  pesta atau perang kembang api berjumlah 6 (enam ) orang. Selanjutnya dikenakan wajib  lapor di satreskrim Polres Loteng setiap hari.

Di samping wajib lapor setiap hari Polres Loteng juga memanggil orang tua dari ke-6(enam) orang  mereka dan karena masih dibawah umur selanjutnya diserahkan kepada orang tuanya masing-masing untuk mengawasi anaknya dan tetap dikenakan wajib lapor.

Pada Press Release tersebut juga di sampaikan dan ditunjukan barang bukti yang telah diamankan oleh Polres Lombok Tengah antara lain:
- Mercon Roket 5 Buah.
- Mercon Galaksi 3 Kotak.
- Mercon Super Blitz 2 kotak.
- Mercon Korek 15 Kotak.
- Mercon Smok 3 Kotak.
- Mercon Ektra XL Galaksi 8 Kotak.
- HP 2 unit Merk VIVO dan  OPPO
-  Sepeda Motor 3 Unit.

Atas kejadian tersebut Kabid Humas Polda NTB mengimbau dalam situasi saat ini yang mana wabah Covid-19 sedang melanda Negara kita bahkan  Wilayah NTB saat ini sudah banyak yang positif terjangkit Covid-19, sehingga dengan adanya perang kembang api yang dilakukan oleh anak-anak yang masih sekolah hal ini sangat meresahkan masyarakat dan rentan terhadap penyebaran Cobid 19.

Diharapkan peran dari  para orang tua dapat mengawasi putra-putrinya  untuk melakukan hal-hal yang positif. (TL/Red).

Laporan : Ofik

Editor : Amaq Auliya