logo


Ponpes Al-Kautsar NW Reban Burung jadi Lokasi terakhir Road Show Dakwah TGH. Asdjazzi

Berikut penjelasanya
Minggu, 15 Des 2019, 04:04:23, 1095 View

Ponpes Al-Kautsar NW Reban Burung jadi Lokasi terakhir Road Show Dakwah TGH. Asdjazzi
TGH. Abdul Baasith Asdjazzi_Tajuklombok. Com/ istimewa

TAJUJLOMBOK. COM - Manusia selalu berubah, berawal dari ketiadaan menjadi ada wujudnya, kemudian tak ada lagi. Perubahan fase kehidupan yang cepat ini harus disikapi dengan bijaksana, pastinya dengan bekal yang cukup banyak.

Demikian isi pengajian silaturrahim di Ponpes Al-Kautsar NW dusun Reban Burung desa Aik Berik dengan mengangkat tema "Lima Fase Kehidupan Manusia" Sabtu (15/12), yang menghadirkan Cicit Pahlawan Nasional TGKH. Zainuddin Abdul Majid, yaitu TGH. Abdul Baasith Asdjazzi. 

"Lima fase kehidupan yang akan dilalui oleh manusia, setiap fase lebih luas jangkauan daripada sebelumnya", kata TGH. Asdjazzi.

Pertama, fase di dalam kandungan ibu (rahim). Tempat ini sangat sempit dan gelap.

Kedua, fase di alam dunia. Di sini manusia dilahirkan serta ia akan bertumbuh dan berkembang. 

Islam sangat memperhatikan pertumbuhan anak di awal-awal kehidupannya. Alquran memberi tuntunan kepada orang tua, khususnya ibu, untuk memberikan asupan gizi yang sangat tinggi nilainya, yakni pemberian air susu ibu (ASI) secara eksklusif untuk anak yang baru lahir sampai berumur 2 tahun (QS Luqman: 14).

"Ndak males-males menyusui, karna itu akan menjadi pertumbuhan anak", tegasnya. 

Karena, lanjut Asdjazzi kurangnya asupan gizi pada awal kehidupan dan masa balita bisa menyebabkan stunting. 

"Taoq plungguh ape ino stunting? Stunting, adalah pertumbuhan badan yang terlambat, tidak sesuai dengan yang seharusnya", jelasnya. 

Ketiga, alam barzakh. Tempat ini lebih luas daripada alam dunia.

Keempat, alam keabadian, baik surga maupun neraka.

Intinya, kematian hanya perpindahan dari satu alam menuju alam lain, diawali proses terpisahnya ruh manusia dari jasadnya. Dan semua makhluk pasti akan merasakannya. 

Nasihat di atas mengingatkan kita bahwa perjalanan manusia masih panjang. Maka manusia perlu melakukan persiapan yang matang. Serta, tak terkecoh untuk mendapatkan surga dengan cara yang tak dibenarkan oleh aturan agama.

Sebelumnya, Pengasuh Ponpes Al-Kautsar, ust. H. Abdul Ghani,  QH, S. Pd M.Pd menyampaikan dalam sambutannya tentang perjalanan Ponpes Al-Kautsar, yang mengelola Mts dan SMK yang konsen dengan Perbankan dan tahun depan akan membuka jurusan peternakan, ia mengucapkan syukur bisa bersilaturrahim dengan TGH. Abdul Baasith. 

"Syukur bisa dikunjungi keturunan ulama'," tandasnya. 

Sementara itu Hapipi Jayadi, Kepala Sekolah SMK Al-Kautsar yang ditemui usai acara pengajian menjelaskan bahwa di tahun 2019 ini Al-Kautsar membuka biro perjalanan haji dan umrah. 

"Alhamdulillah sudah dua kali kita berangkatkan jamaah, dan kebetulan pas dibuka penerbangan Lombok-Jeddah jamaah kami yang pertama", ungkapnya.

Sedangkan fase kelima dari hidup manusia, lolos dari perhatian, karena saat dijelaskan sedang menerima telpon.  (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya