logo


Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Gelar Serah Terima Santri Baru

Berikut penjelasanya
740 View

Ponpes Darul Muhibbin NW Mispalah Praya Gelar Serah Terima Santri Baru

TAJUKLOMBOK. COM - Yayasan Pendidikan Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya menggelar acara silaturrahmi dengan orang tua atau wali santri baru sekaligus acara serah terima santri dan santriwati baru yang akan melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya, Rabu 30 Juni 2021 Mispalah Praya bertempat di Aula dan halaman Pondok Pesantren.

Hadir pada acara serah terima santri baru tersebut pimpinan teras pengurus pondok pesantren, TGH Shobri Azhari QH, S.pdi, TGH Habib Ziadi Tohir, M.Pd, Ustaz H Muksin Syarifudin S, Ag. Kepala kepala madrasah dari TK. MI, MTs dan MA, serta dari Dewan asatiz Pondok Salafiyah Wustho dan Ulya Asrama Al Azhariyah serta dewan guru yang lainnya.

Dalam sambutannya selaku Ketua Pembina atau Rois Am Mudir Madrasah TGH Shobri Azhari mengemukakan kepada para wali santri bahwa pondok pesantren Darul Muhibbin memiliki dan menaungi enam lembaga mulai dari tinggkat TK, MI, MTs, MA, PP Salafiyah Wustho, PP Salafiyah Ulya.

"Serta disediakan Asrama Putra dan Asrama Putri lantai tiga yang sedang dikebut pengerjaannya," ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa santri dan santriwati yang diserah terimakan pada tahun dirasah kali ini adalah sejumlah 180 santri dan santriwati baru.

"Yang 180 ini adalah tahap awal dari penerimaan, karena seperti tahun-tahun yang lalu santri dan santriwati baru terus berdatangan untuk mendaftar pada tahap kedua," imbuhnya.

Menutup sambutannya, TGH Muh. Shobri Azhari selaku Ketua Pembina mengucapkan selamat datang kepada semua tullab dan tholibat baru pondok pesantren Darul Muhibbin NW Mispalah Praya. 

"Semoga mendapatkan ilmu yang berkah, serta ucapan terima kasih kepada semua bapak/ibu wali santri yang telah ikhlas menyerahkan putra dan putrinya untuk dididik dan dibina," ucapnya berterima kasih. 

Acara serah terima dilakukan secara simbolik dari salah seorang wali santri yang mewakili semua wali santri ke Pengurus Yayasan Al Ustaz H Muksin Syaraifuddin selaku pengelinsir Pengurus yayasan, dalam serah terima tersebut dilakukan pula penandatangan nota kesepakatan atau MoU antara wali santri dengan pihak pengurus Yayasan.

Selanjutnya setelah acara Serah terima secara simbolik dilakukan acara cukuran massal bagi santri baru serta usap kepala bagi santriwati baru oleh para Tuan Guru serta para asatiz lainnya, tradisi cukur rambut serta usap kepala sudah berjalan cukup lama di pondok pesantren Darul Muhibbin yang mengambil tabarrukan atau Tapa'ulan dari Ma'had Darul Qur'an wal Hadits  dari semenjak hayatnya Maulanasyeikh TGKH Muhammad Zaenuddin Abdul Madjid sampai sekarang.

Acara ngurisan atau cukuran serta usap kepala sebagai tanda akan keikhlasan bagi para santri dan santriwati untuk menempuh pendidikan dan pembinaan ala pondok pesantren  melepas rambut yang lama dengan berharap tumbuh yang baru, melepas gaya hidup yang lama dengan diganti dengan cara hidup yang baru berdasarkan ilmu amal iman dan taqwa.

Menjadi santri dan santriwati yang hidup dilingkungan pondok tidaklah semudah dan sesenang yang dibayangkan sebelum menjadi santri dibutuhkan setidaknya tigal hal yaitu :

1. Kesiapan fisik, jasmani yang sehat tubuh yang segar sangat menunjang bagi santri dan santriwati untuk siap mengikuti semua program program pondok, yang disertai dengan disiplin waktu. Mulai dari sholat berjamaah, mengaji dan mengkaji kitab-kitab serta program tahfiz dan pembinaan lainnya yang ditunjang dengan fisik atau jasmani yang sehat.

2. Kesiapan Mental, mental yang kuat sangat menunjang bagi santri dan santriwati karena mereka tidak lagi hidup seperti biasanya ketika dirumah. Mulai dari tempat baru, teman baru, program baru, aturan aturan baru yang tidak menyenangkan tanpa HP, TV, serta terpisah dari ibu/bapak, adik/kakak, dan teman-teman sepermainan, permainan dan kebiasaan-kebiasaan ketika masih tinggal dirumah. Maka mental yang kuat akan menjadikan para santri dan santriwati akan siap dan betah menjalani semua kehidupan dilingkungan barunya.
3. Kesiapan Bathin, bathin atau jiwa yang manthab sebagai pemupuk ketabahan, kesabaran, kesungguhan kedisiplinan dalam menghadapi tantangan dan rintangan serta cobaan-cobaan yang tidak sedikit dalam menjalani perjuangan sebagai santri dan santriwati  untuk menggapai kesuksesan.

Salamat kepada semua santri dan santriwati baru semoga mendapatkan ilmu yang Barokah dan sukses. (TL/Red).

Oleh : M. Syamsul Wathani

Editor : Amaq Auliya