logo


Potret Literasi Lombok Timur

Berikut penjelasanya
342 View

Potret Literasi Lombok Timur
Dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Gerakan Literasi di Lombok Timur sudah lama menggema melalui kegiatan yang dilakukan oleh komunitas literasi, perpustakaan daerah dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang ada. 

Bahkan jauh sebelum diterbitkannya permendikbud nomor 23 tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti sebagai payung gerakan literasi, aktifitas literasi sudah menggeliat di Lombok Timur. Namun demikian pengaruh gerakan tersebut masih dirasa belum menunjukkan hasil seperti yang diharapkan. 

Untuk menjawab kegelisahan berbagai pihak yang peduli terhadap gerakan literasi di Lombok Timur, maka Akaliris bekerjasama dengan Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Sanggar Narariawani menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD). Dalam acara yang diberi tema Potret Gerakan Literasi di Lombok Timur menuju Kabupaten Literasi tersebut hadir para pegiat literasi dari Taman Bacaan Masyarakat, Perpustakaan Desa dan Madrasah serta Komunitas Literasi yang ada di Lombok Timur. Hadir pula perwakilan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Lombok Timur serta Kepala Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat, Umi Kulsum, M.Hum beserta jajarannya.

Dalam kesempatan ini, Umi Kulsum menyampaikan kebijakan Gerakan Literasi Nasional serta pelaksanaannya di Nusa Tenggara Barat. Dijelaskan bahwasanya ada tiga pilar Gerakan Literasi Nasional (GLN) yaitu, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Gerakan Literasi Masyarakat (GLM), dan Gerakan Literasi Keluarga (GLK). Ketiga pilar ini masing-masing mempunyai sasaran dan penggerak sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan semua pihak bisa bekerjasama dalam pelaksanaan gerakan literasi nasional tersebut.

Dalam acara diskusi terungkap berbagai strategi yang dilakukan oleh para pegiat dalam mendekatkan literasi terhadap kelompok sasarannya masing-masing. Selain itu kegiatan literasi yang dilakukan serta kendala yang dihadapi juga diungkapkan oleh peserta yag hadir mengikuti FGD tersebut. Pada akhir sesi diskusi kemudian disusun rekomendasi hasil FGD yang nantinya akan menjadi dasar gerakan literasi di Lombok Timur menuju Kabupaten Literasi.

Di antara poin penting dari rekomendasi FGD tersebut adalah di antaranya pertama, pentingnya membangun sinergi antara para pegiat yang tergabung dalam TBM, Komunitas Literasi, dan Perpustakaan sehingga tercipta satu gerakan bersama. Kedua, menciptakan ekosistem literasi yang baik bagi tumbuh kembangnya minat baca dan kepenulisan di Lombok Timur. Ketiga, mendorong lahirnya regulasi berupa himbauan, peraturan bupati, atau peraturan daerah yang mengatur tentang pentingnya gerakan literasi dilaksanakan di Lombok Timur. Dengan demikian diharapkan langkah menuju Kabupaten Literasi bisa terwujud dalam waktu mendatang. (TL/Red).

Editor: Amaq Auliya