logo


Prihatin Dengan Peredaran Narkoba, Karang Taruna Fajar Menyingsing Gandeng BNNP NTB Sosialisasi Pencegahan Narkoba

Berikut penjelasanya
356 View

Prihatin Dengan Peredaran Narkoba, Karang Taruna Fajar Menyingsing Gandeng BNNP NTB Sosialisasi Pencegahan Narkoba
Kepala Desa Penujak (tengah) saat memberikan sambutan_foto doc. Humas KT Fajar Menyingsing

TAJUKLOMBOK. COM – Kasus penyalahgunaan narkoba di lingkungan masyarakat, masih saja sering terjadi. Bahkan dari hasil penangkapan yang dilakukan Kepolisian, mayoritas tersangka yang berhasil diamankan ini rata-rata dari kalangan pemuda.

Untuk  meminimalisir dan menekan laju peredaran narkoba, Karang Taruna Fajar Menyingsing, Ikatan Mahasiswa, dan Pokdarwis Sekar Kedaton Desa Penujak menggandeng BNN Provinsi NTB, Polres Lombok Tengah, Polsek Praya Barat, DANRAMIL Praya Barat, menggelar kegiatan sosialisasi tentang "Pencegahan dan Dampak Penyalahgunaan Bagi Generasi Bangsa" bertempat di aula Kantor Desa Penjual, Selasa (29/12/2020).

Irfan, sebagai perwakilan BNNP NTB menjelaskan bahwa pihaknya terus mengedukasi dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. 

"Sebagai upaya nyata untuk memerangi peredaran narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB menggelar serangkaian kegiatan sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di berbagai tempat," ungkapnya.

Dikatakannya, untuk memberantas peredaran narkoba tidak cukup hanya mengandalkan pihak BNN dan kepolisian. 

“Sehingga perlu adanya upaya preventif, untuk mengatasi hal itu dan sangat diperlukan adanya kerja sama seluruh elemen masyarakat,” tegas Irfan yang pernah menjadi Plt Kabid Pencegahan dan Dayamas BNN Provinsi NTB tersebut. 

Irfan mengatakan  salah satu musuh negara yang harus di perangi dan dijauhi oleh masyarakat utamanya para pemuda adalah  narkoba karena sangat berbahaya bagi generasi bangsa.

Irfan  dalam kesempatan itu mengajak Karang Taruna dan semua pihak baik ditingkat kampung untuk  membantu untuk mensosialisasikan bahaya narkoba dan upaya pencegahannya.

“Narkoba merambat sampai ke  Kampung, Ini sangat memprihatinkan karena bisa memengaruhi siapapun. Kita harus sama-sama peduli untuk memberantas narkoba,” ujarnya.

Berperang terhadap narkoba bukan hal yang mudah, dibutuhkan perjuangan dan komitmen bersama dari seluruh komponen yang ada untuk bersama-sama memeranginya, demi keselamatan generasi penerus bangsa kita.

“Mari kita sama-sama rapatkan barisan, perangi segala bentuk peredaran dan penyalahgunaan narkoba demi masa depan anak cucu kita,” kata Irfan menandaskan. 

Semenara itu, Amirudin mewakili Polres Lombok Tengah meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk berhati-hati terhadap kasus penyalahgunaan obat farmasi. Karena hukumanya jika menyalahgunakan obat-obatan itu bisa diganjar dengan Pasal 196 jo Pasal 98 Ayat (2), UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana pidana penjara maksimal 5 tahun.

“Jadi kita harus berhati-hati terhadap peredarannya, karena kalau sembarangan bisa terjerat hukum dan saya juga berharap seluruh elemen masyarakat bersatu dalam mengantisipasi penyalahgunaannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Desa Penujak L. Suharto menegaskan bahwa kehadiran Bapak-bapak dari BNNP NTB beserta Jailers dan lainnya, tidak lain berangkat dari tanggung jawab moral dan keprihatinan terhadap kasus-kasus seputar narkoba, yang sudah pada tahap kritis sampai tingkat pelajar.

“Maka keikutsertaan masyarakat dalam pencegahan bahaya narkoba ini, kami sebagai bagian dari masyarakat mengadakan kegiatan-kegiatan sosialisasi untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba dengan melibatkan unsur kepolisian, Karang Taruna dan beberapa lembaga,” jelasnya.

Untuk itu ia mengimbau kepada masyarakat Penujak untuk bekerjasama memerangi narkoba. 

“Mari kita bersama – sama perangi narkoba di NTB, agar daerah kita terbebas dari peredarannya,” imbaunya. 

Terpisah, Ketua Karang Taruna Fajar Menyingsing, Lalu Gusman Suryadi Wangse sangat mengapresiasi atas kegiatan ini, karena pada dasarnya karang taruna khususnya di Penujak, merasa terpanggil terhadap efek buruk yang ditimbulkan dari narkoba. Terlebih hampir yang menjadi korban narkoba itu dari kalangan anak muda, yang tentunya kalangan muda menjadi harapan di Penujak.

“Oleh karena itu saya berharap khususnya karang taruna, mampu merubah keadaan sosial tersebut, dalam arti siap dan konsisten dalam menyuarakan anti narkoba, yang teraplikasikan dalam kehidupan sehari hari,” tambahnya. (TL/Red).          

Editor : Amaq Auliya