logo


Prihatin dengan wilayahnya yang kering kerontang, PPL Pandan Indah Lakukan Penghijauan

Berikut penjelasanya
498 View

Prihatin dengan wilayahnya yang kering kerontang, PPL Pandan Indah Lakukan Penghijauan
Sejumlah pemuda yang melakukan penghijauan di Gunung Rege_Tajuklombok. Com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM - Suasana kering kerontang di wilayah Lombok Tengah selatan membangkitkan kesadaran Pemuda Peduli Lingkungan (PPL) Desa Pandan Indah atas kondisi wilayahnya, dan juga sekaligus prihatin karena kurangnya kesadaran masyarakat. 

Tak berpangku tangan, dengan menggandeng Pemerintah Desa, sejumlah Pemuda Peduli Lingkungan Desa Pandan Indah mengadakan penghijauan di lereng Gunung Rege, Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah. Kegiatan Penghijauan ini berlangsung selama 3 (tiga) hari, mulai dari hari Minggu sampai hari Selasa.

Aripin, selaku Ketua kegiatan penghijauan ini berharap kepada semua masyarakat yang ada di wilayah lereng Gunung Rege ini agar tetap menjaga lingkungan hidup dan jangan sampai menebang pohon untuk menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan.

"Saya berharap dengan adanya penghijauan ini, masyarakat akan ikut menjaga lingkungan hidup dengan tidak menebang pohon sembarangan", katanya Senin, 13 Januari 2020.

Sementara itu, Sekdes Pandan Indah M. Sidik,  S. Pd menyampaikan terima kasih kepada para pemuda atas kepeduliannya terhadap lingkungan. 

"Kami dari PemDes berterimakasih atas antusias anak-anak muda yang tergabung dari Pemuda Peduli Lingkungan yang ada di Desa Pandan Indah, yang telah peduli terhadap lingkungannya, karena penghijauan yang di laksanakan ini sangat bermanpaat mengingat lereng Gunung Rege ini sudah gundul akibat penebangan pohon yang di lakukan masyarakat yang kurang pemahaman terhadap lingkungan", tandasnya. 

Kami dari Media Tajuk Lombok, mengambil bagian dalam kegiatan penghijauan ini, karena satu pohon sangat bermakna bagi manusia, dan harapan kami semoga dengan kegiatan ini mampu mengurangi kekeringan di wilayah Desa Pandan Indah. (TL/Red).

Laporan. Muhammad Ali
Editor: Amaq Auliya