logo


Puting Beliung Bikin Panik Warga Pemongkong

Berikut penjelasanya
Senin, 30 Des 2019, 00:12:27, 288 View

Puting Beliung Bikin Panik Warga Pemongkong
Puting beliung yang diabadikan warga_Tajuklombok. Com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM – Setelah beberapa bulan terakhir ini terjadi kemarau panjang hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Kini musim penghujan nampaknya sudah mulai tiba, tak terkecuali di wilayah Lombok Timur bagian selatan.

Namun warga merasakan ada yang berbeda pada musim penghujan tahun ini, dibanding dengan musim penghujan pada tahun-tahun sebelumnya.

Bagaimana tidak, musim penghujan yang tiba menjelang pergantian tahun 2019 menuju tahun 2020 kali ini diwarnai dengan duka. Pasalnya beberapa hari yang lalu warga Orong Bukal kecamatan Jerowaru meninggal tersambar petir, di Bagek Jongkor dusun Jelok Buso. Dimana, pada saat yang bersamaan empat orang saat hendak mengambil kayu bakar dengan menumpangi  sebuah kendaraan bak terbuka tersambar petir dan salah seorang dari mereka sampai meninggal dunia, sehingga masih segar di ingatan warga, bahkan ada yang masih trauma dengan kejadian tersebut.

Namun, pada hari minggu sore (29/12) warga desa Pemongkong dan sekitarnya kembali harus di buat panik dan ketakutan, pasalnya terlihat dari kejauhan gumpalan awan yang ikut terbawa angin puting beliung yang dengan seketika membuat warga panik namun beberapa dari warga juga mengabadikan momen tersebut kemudian mengunggahnya di akun medsos miliknya.

Namun beruntung atas kehendak TUHAN, yang maha kuasa (ALLAH SWT). Angin puting beliung tersebut hanya berpusar di sebuah ladang jagung yang baru di tanam warga milik Papuk Amit di sebelah timur dusun Pemongkong namun dampaknya juga di rasakan oleh warga dusun Serumbung tapi tidak menimbulkan korban atau kerusakan.

Bahkan angin puting beliung, tersebut yang di iringi dengan hujan petir sempat juga di abadikan oleh warga dari beberapa desa di kecamatan Jerowaru. Hal tersebut terlihat dari postingan akun-akun media sosial pribadi milik warga yang di ketahui berada tak jauh dari lokasi berpusarnya puting beliung tersebut. (TL/Red).

Laporan: Benn
Editor: Amaq Auliya