logo


Rinjani Kembali Dipayungi Awan UFO

Berikut penjelasanya
4664 View

Rinjani Kembali Dipayungi Awan UFO
Dokpri Risma Amilia

TAJUKLOMBOK. COM - Puncak Gunung Rinjani terpantau kembali dilingkupi fenomena aneh Rabu pagi ini. Dari foto-foto yang beredar di media sosial facebook, ada sekumpulan awan seperti topi besar yang memayungi puncaknya.

Fenomena seperti itu adalah sebuah kewajaran, mengutip Tempo. Com yang memberitakan tentang hal serupa yang terjadi pada Gunung Semeru 2018 silam, Thomas Djamaludin mengatakan hal itu adalah sesuatu yang biasa. 

"Itu fenomena yang wajar di puncak gunung," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin, Rabu, 12 Desember 2018 lalu yang dikutip Tajuklombok. Com dari Tempo. Com pada Rabu (17/7).

Menurutnya, dinamika atmosfer di sekitar gunung berpotensi membentuk konfigurasi awan berbentuk topi. Situasi itu akibat udara hangat yang lembap dari bawah kemudian naik dan berinteraksi dengan udara dingin di puncak gunung. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan soal kejadian seperti itu," ujarnya.

Bentuk awan bundar itu lazim disebut lentikular. Bila terjadi di puncak gunung, kata Djamaluddin, sering disebut "cap cloud" atau awan topi.

Soal kabar awan topi itu terkait dengan kondisi puncak gunung yang suhunya menjadi lebih dingin, kabutnya lebih tebal, dan anginnya lebih kencang saat kejadian, Djamaluddin menjelaskan awan topi bukan penyebabnya.

"Awan adalah fenomena yang terbentuk dari kondisi suhu dan aliran udara (angin) di puncak gunung. Fenomena itu sering terjadi di banyak gunung," ujarnya.

Senada dengan Thomas, akun Anton Sokong juga melengkapi postingannya dengan caption :

"Mengenai awan mirip Sulung atau Ufo agar masyarakat tak berspeculasi atau was was bahwa awan ini memang merupakan awan Lenticular", unggahnya di akun facebook pribadinya hari ini. (TL/Red).