logo


Ritual Pene Lando Tradisi Minta Hujan Ala Sasak

Berikut penjelasanya
Selasa, 26 Nov 2019, 13:58:01, 764 View

Ritual Pene Lando Tradisi Minta Hujan Ala Sasak
Dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Berbagai cara dilakukan masyarakat Lombok melakukan ritual memanggil hujan dan menolak bahaya. Masyarakat Sagik Mateng  Selatan, Desa Pene, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim) misalnya. Warga setempat menggelar tradisi tahunan Pene Lando. Pada Hari Senin tgl 25 November 2019.

Kegiatan Budaya adat Pene Lando ini dilakukan sebagai ritual untuk menjaga silaturahmi dan melestarikan Budaya Adat Istiadat, menyambut datangnya Musim Hujan. 

Acara ini di laksanakan di dua tempat, pertama di Rumah Adat (Bale Belek) dan Pantai Kemalik Kondok Dsn. Sagimateng Desa Pene Kec Jerowaru Kab. Lotim.

Hadir pada acara tersebut antara lain, Kadis Pariwisata Kab. Lotim Dr. H. Mugni S.S, Kabid Promosi Pariwisata Muhir Spd, Camat Jerowaru Jumase, Kapolsek Jerowaru Ipda Abd Rosyid SH, Danramil 04 Keruak di wakili Babinsa Pene Serda Ngh. Wijaya, Tokoh Masyarakat, tokoh Adat, Tokoh Pemuda, Finalis Terune Dedare Sasak Lombok Timur,
peserta adat Pene Lando sekitar 2000 orang.

Sebagai rangkaian acara, tamu undangan disambut dengan alat musik tradisional Gendang Beliq Doyan Medaran Sagik mateng dan Ramah tamah di Bale Belek Dusun Sagik Mateng.

Selanjutnya Melaksanakan acara ritual adat lawas dan pembacaan kitab Lontar di Rumah adat (Bale Belek) Dusun Sagik Mateng.

Pemangku adat bersama dengan para tokoh dan tamu undangan dan seluruh masyarakat Desa Pene yang hadir berjalan kaki dari Bale Belek menuju Pantai Kemalik Kondo dengan di iringi alat musik tradisional Gendang Belek.

Dalam sambutannya Kades Pene mengatakan:
- Kami atas nama pemerintah Desa mengucapkan terimakasih kepada segenap tamu undangan tidak terlepas dari kerja keras dari berbagai pihak sehingga dapat terlaksana acara ritual adat ini.

- Harapan kami kedepan kepada Pemerintah Daerah dapat memberikan kami dukungan secara spiritual maupun material sehingga kedepan acara adat Pene Lando dapat kami laksanakan lebih sempurna.

》Sambut Kadis Pariwisata Kab Lotim Dr. H. Mugni S.S yang intinya sebagai berikut :

- Warisan yang di tinggalkan oleh orang tua kita maka harus kita melanjutkan tradisi adat ini secara dan harus kita lanjutkan.

- Kita harus mengembangkan silaturrahmi bersama karena silaturrahmi memanjangkan umur dan murah Rizky sehingga tidak ada jalan untuk Bid'ah.

Syarat kita bisa masukan kegiatan spritual adat Pene Lando dalam kalender Pariwisata harus :

Jika sudah kita laksanakan sudah berturut turut tiga kali dilaksanakan

Harus tetap di laksanakan pada waktu dan tanggal yang sama

Di kembangkan kreativitas dan selalu di Kembangkan setiap tahun.

3. Pelaksananaan Ritual pelepasan simbol Adat Pene Lando di iringi oleh lawas dan di pimpinan oleh Pemangku Adat BPK. Amaq Suti :

"TRADISI TAHUNAN ADAT PENE LANDO" Adat Pene Lando ini sebenarnya mempunya banyak acara Ritual.  dengan begitu banyak acara yang disetujui, mulai kegiatannya dari bulan Muharam : 

1. Acara yang pertama yang Kami Lakukan adalah acara ritual Mubur Putek di bulan Muharram dilakukan pada tanggal 3 bulan sasak.  

2. Acara Kedua yang Kami Lakukan adalah acara ritual Mubur paruh pada bulan safar dilakukan pada tanggal 7 bulan sasak.  

3. Acara Ketiga yang Kami Lakukan adalah acara Maulid pada bulan rabiul awal dilakukan pada Tanggal 9 Bulan Sasak dalam bulan rabiul awal juga, dilaksanakan ritual adat masyarakat adat pene Lando, bertepatan dengan bulan 7 bulan sasak.  

4. Acara ritual adat ke reban dari rumah adat pene lando yang pertama dari batu dendeng.  

5 acara ritual adat ke gunung pene dari rumah adat pene lando yang ke-2 yang turun dari gunung pene. 

6. acara yang Kami Lakukan adalah acara ritual adat ke bagek tandok turun dari pemongkong.  

7. Acara yang ketujuh yang Kami Lakukan adalah acara ritual penutupan semua ritual-ritual adat ini di kami lakukan di bale beleq yang ke-2 / Beqen.  asal adat Pene Lando: adat pene lando berasal dari zaman kerajaan Pene dan diwariskan hingga ke bawah sampai saat ini.  

Kenapa dinamakan adat Pene Lando: karena dulu nama desanya adalah Pene Lando itu sebabnya dinamakan adat Pene Lando sampai saat ini apakah makna adat Pene Lando : sak kanggo sak bedowe qene apa tujuan adat pene Lando : untuk melesraikan tradisi adat dan budaya.  

Penyungguk waktu : mengapa dinamakan penyungguk waktu : tempat Negosiasi sementara.  menunggu siapa yang belum datang mangku pergi bejembek sebelum berangkat ke malik.  kemalik: yangdinamakan kmalik, Endekn te kanggo endek te gawek / tempat di keramatkan.  Mengapa dinamakan Bale Beleq: karena punya prioritas yang lebih tinggi tentang para pembesar atau tempat musyawarah segala hal tentang adat.  Mengapa jalan beriringan dari Bale Beleq ke-kemalik bagek tandok : karena itu cara kita di ajak mengerjakan adat tersebut.  Dari semua acara ritual ini acara salah satunya puncaknya Iyalah ritual adat ke kemalik bagek tandok yang dilaksanakan pada hari ini dan ritual ini memiliki simbol dan kisah.

simbolnya adalah : jukung dan tapel yang dibuat dari tepung beras kisahnya dari simbol jukung dan tapel yang dibuat dari tepung beras yang tertera di buak lawas sak kene: "aku bejukung rondong, aku mose sik lamapak ime, aku belayar isik daun kelor selembar, belabu isik  benang suwat, begolok isik petapak duntan, likat kiri-likat kanan segare doang, aku sangkar melihat penanjung lalang laut saling tangis "maksud dari buak lawas ini di iyalah: hubungan yang jaraknya dekat dengan laut dan juga dimakamkan lalang laut  tompok-ompok yang bernama : Bq.  Embun miati dan yang lagi lagi dimakamkan di makam keratak / bukit wengkek yang bermama: surya jaya.  itu sebenarnya mengapa pelepasan jukung rondong di iringi dengan sesambat lawas seperti yang dilakukan oleh mangku dan disaksikan bersama.

4. Zikir dan Do'a di pimpin oleh Ustadz Marzuki.

Kegiatan selesai Pukul 17.30 Wita dengan aman.
 
Tradisi tahunan Pene Lando digelar setiap tahun pada bulan ketujuh kalender Islam atau tepatnya pada tanggal 17 bulan Safar. Pada waktu ini merupakan awal dikerjakannya tradisi yang dipercaya bisa membawa keamanan di desa bersangkutan. (TL/Red).

Jurnalis : Benn

Editor : Karim