logo


Ritual Selak Nodai Gerhana Bulan di Lombok Timur

Berikut penjelasanya
902 View

Ritual Selak Nodai Gerhana Bulan di Lombok Timur
Kerumunan warga saat hendak menyaksikan ritual selak_foto doc. Selaparangtv.com

TAJUKLOMBOK. COM - Gerhana bulan total atau blood moon yang seharusnya dijadikan media mengagungkan Sang Pencipta Alloh SWT, bersolawat dan berzikir malah dijadikan ajang kemusyrikan bagi sebagian orang. 

Seperti yang terjadi di Desa Batuyang, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Rabu malam (26/05), ditengah berlangsungnya gerhana, puluhan warga yang berasal dari berbagai desa di Kecamatan Pringgabaya terlihat berkerumun di atas Jembatan Korlalang Kali Tanggeq  untuk menyaksikan penampakan leak/selak. 

Mengutip Selaparangtv.com, Ketua Karang Taruna Desa Batuyang, Mulyadi menuturkan bahwa warga berkumpul di atas Jembatan yang terkenal angker dan menyeramkan itu untuk menyaksikan orang-orang yang hendak melakukan ritual ilmu selak atau leak.

"Yang menonton dari beberapa Desa, ada dari Batuyang, Apitaik dan Pohgading, mereka juga ingin menyaksikan makanya semua berdatangan," jelasnya. Seperti dikutip Tajuklombok dari Selaparangtv.com, Kamis (27/05).

Dikatakannya, tim pencari fakta Desa Batuyang yang terdiri dari Karang Taruna ingin menguji mitos yang berkembang di masyarakat bahwa sungai tersebut kerap dijadikan sebagai tempat melakukan ritual mandi oleh orang-orang yang ingin menjadi Selak atau Leak.

Dan ternyata, tandasnya, tim pencari fakta menemukan bahwa memang benar ada orang yang sedang mandi di simpang tempat pertemuan tiga air di sungai tersebut.

"Itulah yang dicurigai warga  sebagai orang yang sedang menjalankan ritual untuk menjadikan ilmu selaknya," kata dia, seraya mengatakan bahwa orang yang ditemukan sedang mandi itu mengenakan kain putih. "Tapi Ia langsung kabur setelah beberapa orang turun mengejarnya,"  kata Mulyadi.

Dia menjelaskan, cerita terkait hal itu sangat masyhur di Kecamatan Pringgabaya.  Mitos yang berkembang di masyarakat, kata dia, ketika terjadi gerhana bulan total seperti tadi malam, maka sejak memasuki waktu maghrib maka akan selalu ada orang yang melakukan ritual ilmu selak itu di Kali tersebut. 

Dia sempat mengabadikan peristiwa itu dalam sebuah video. Dalam video tersebut Mulyadi mengatakan bahwa ritual ilmu selak atau Leak itu kerap meresahkan warga Batuyang dan mencoreng nama baik Desa.

Pasalnya, kata dia, orang yang melakukan ritual mandi di Kali Tanggeq tersebut tidak berasal dari Desa Batuyang, melainkan dari berbagai tempat.

Melalui video itu juga Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan memburu mereka agar tidak meresahkan warga lagi dan berhenti melakukan ritual ilmu Hitam yang penuh kesyirikan itu di desanya. 

Dari video itu juga terlihat sejumlah orang di bawah Jembatan tersebut menggunakan lampu senter. Katanya, mereka adalah warga Desa Batuyang yang mengejar pelaku ritual ilmu selak tersebut. 

"Demikian informasi dari Jembatan Korlalang yang sering dijadikan sebagai tempat ritual ilmu selak oleh orang-orang dari luar Desa Batuyang," pungkasnya mengakhiri video itu seraya mengutuk tindakan tersebut karena menurutnya ritual itu telah merusak nama baik Desa Batuyang. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya

Sumber : Sekaparangtv.com