logo


Rumah Bau Melati | Tajuklombok

Berikut penjelasanya
378 View

Rumah Bau Melati | Tajuklombok
Ilustrasi_foto internet stock

TAJUKLOMBOK. COM - Waktu Magrib yang menegangkan, Orang-orang bergerak menuju rumah kosong setelah pencuri kotak amal lari ke dalam bangunan angker untuk bersembunyi....

Tidak ada azan magrib hari itu,sebab seluruhnya pergi mengejar pencuri laknat yang lancang mencemari rumah suci dengan perbuatannya yang keji.

Pencuri sialan!

Dia harus ditangkap dan diadili!

Rombongan masa itu saling sahut-menyahut, menumpahkan sumpah serapah
Sesekali salah satu di antara mereka meneriakkan takbir.....

Mereka makin dekat ....
Semerbak melati dibawa angin dari arah rerimbunan pepohonan di halaman rumah angker.

Rumah bau melati itu konon sering ada penampakan wanita yang melayang-layang mengitari rumah
Ia terbang sambil tertawa cekikian.....

Namun, kali ini siapa yang peduli bau melati? Siapa yang peduli penampakan hantu wanita? Orang beramai-ramai

Bahkan di dalam rombongan itu ada Pak Haji, mana mungkin wanita itu berani menampakkan diri?

Bau melati makin kental 
Kian menusuk hidung,wangi sekaligus mendatangkan ketenangan yang mengerikan .... 

Tak berapa lama kemudian orang-orang telah sampai di halaman rumah....

"Allahhu akbar!" Pak Haji mengucap takbir Pandangannya menatap tajam ke awang-awang
Sementara warga yang lainya senyap 
Beberapa gemetaran, ada juga yang mulutnya sampai menganga.

Perempuan itu muncul, melambung-lambung di antara dua pepohonan rimbun ....

"Mengapa tak ke masjid? 
Mengapa tak mengumandangkan azan? Bangsaku sudah bersiap menutup telinga, Beberapa sudah bersembunyi di tempat pembuangan yang kedap dan bau," sergah wanita yang wajahnya tertutup rambut panjang.

"Kami mau menangkap pencuri kotak amal!" jawab Pak Haji sedikit gemetar ....

"Tidak bisa! Dia mencari perlindungan di rumah kami! 
Wajib bagi kami untuk melindunginya!"

"Setan terkutuk! Sudah terkutuk, sukanya membela bandit yang kelakuannya terkutuk!"

"Kamu lebih terkutuk! Kalian semua terkutuk!" Lecutan kata itu diiringi tawa cekikikan ....
Bau melati bertebaran.....

"Biar aku bacakan kamu ayat-ayat Allah! 
Lekas-lekaslah terbakar dan enyah kamu ke neraka!"

Pak Haji membaca ayat kursi.....
Warga berdzikir bersama-sama
Dengung suara dzikir terdengar bagai segerombolan lebah....

Tak memberi efek berarti .....
Hantu wanita itu malah menirukan bacaan ayat kursi secara fasih .....

Sembari menyeringai ia berkata ....

"Bagaimana bisa ayat suci itu menghiasi lisanmu ?

Bahkan tiap hari kamu membaca berjuz-juz qur'an, tapi tak satu pun yang terselip di hati?" 

"Apa maksudmu, setan busuk?"

"Aku tahu siapa si pencuri kotak amal
Dia cuman anak-anak
Dia yatim,Kini bertambah jadi piatu
Si mboknya baru saja meninggal seminggu yang lalu

Tanah kuburannya masih basah lalu kini kalian mau menghabisinya? 
Setan kalian !
Bajumu putih hati kalian busuk !
Bagaimana bisa penderitaan anak ini luput dari jangkauan kalian?"

Semua terdiam .....
Pak Haji makin jengkel.
"Tapi, bukan berarti dia boleh mencuri!"

"Kamu mengumumkan kas masjid yang puluhan juta itu melalui pengeras suara. Sementara anak ini kelaparan.
Hidupnya kini sebatang kara! 

Lalu ke mana saja kas yang puluhan juta itu? Mengapa yang kalian pentingkan hanya pembangunan masjid saja?"

"Kalau masjidnya bagus dan nyaman, ibadah jadi tenang." 

Pak Haji masih membela diri meski nada bicaranya makin melunak

"Masjid kalian makin megah, makin nyaman, tapi, Allah yang kalian sembah itu kelaparan, kehausan, sedang kalian tak mau menggubrisnya."

"Kurang ajar! Beraninya kamu merendahkan Allah
Mana mungkin Allah lapar dan kehausan!" 
Pak Haji kembali menaikkan suara. 
Telunjuknya mengacung ke atas, tasbihnya terlihat melilit di pergelangan tangan.....

#Ketahuilah .....
"Dalam setiap jiwa yang kelaparan dan kehausan, Allah begitu dekat.....
Apa kalian tak pernah mengasah hati nurani?" Wanita itu kembali cekikikan.....

Perkataan terakhir wanita itu membuat hati Pak Haji melunak ....
Dahulu, di pondok pesantren, ia kerap mendengar hadits qudsi tersebut
Mengapa kini ia malah melupakannya? 

Tertunduk Pak Haji dalam-dalam ....
Betapa menyesalnya ia kini.

Bau melati semakin tidak wajar
Makin membuat pusing dan mual
Beberapa yang tidak kuat menghirup aroma kental itu akhirnya lemas dan pingsan
Pak Haji pingsan paling akhir 
***

"Pak, bangun! Sudah Maghrib ....
Ayo ke masjid." Bu Haji membangunkan suaminya yang tertidur selepas Ashar

Buru-buru Pak Haji ke masjid dan mengecek kotak amal ....
Masih pada tempatnya
Pucat muka pria sepuh itu karena mimpi yang terus berkelebat di benaknya

........
Maka janganlah merasa diri lebih baik dan suci
Dengarlah nasihat dari siapapun ....
Meski dari hantu dan setan busuk .... (TL/Red).

Oleh : Siti Hariyani EA

Editor : Amaq Auliya