logo


Sastrawan "Aku Ingin" Djoko Damono Tutup Usia

Berikut penjelasanya
210 View

Sastrawan
Sapardi Djoko Damono semasa hidup_foto doc. ANTARANews Mataram

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana; dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada"


TAJUKLOMBOK. COM - Penggalan sajak diatas merupakan karya sastrawan Sapardi Djoko Damono yang berjudul 'Aku Ingin' yang sangat terkenal dan sering kali menjadi background undangan pernikahan di Indonesia.

 Kini, sang empunya puisi yang sangat terkenal itu telah kembali pada Sang Pencipta.

Melansir dari Antara News Mataram, sang maestro Sapardi Djoko Damono wafat usai dirawat selama beberapa waktu karena sakit, sastrawan Tanah Air ini,  menghembuskan nafas terakhirnya di Tangerang Selatan, Minggu (19/7) pagi, di usia ke-80 tahun.

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Telah meninggal dunia sastrawan besar Indonesia, Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan pada hari ini 19 Juli 2020, pukul 09.17 WIB," demikian pesan singkat yang diterima ANTARA dan dikutip Tajuklombok. Com.

Sebelumnya, Sapardi dirawat di rumah sakit sejak Kamis (9/7) lalu karena menurunnya fungsi organ tubuh.

"Sastrawan Sapardi Djoko Damono masuk ICU di Eka Hospital, BSD. Kerja organ tubuh menurun. Mari kita doa bagi kesehatannya," tulis sutradara dari Komunitas Teater Keliling, Rudolf Puspa melalui akun Twitter-nya pada Jumat (10/7).

Sapardi merupakan sastrawan Indonesia yang aktif sejak tahun 1950an hingga kini.

Tak hanya menulis sajak dan puisi, pria yang lahir pada 20 Maret 1940 itu juga memiliki karya tulis lain berupa esai dan cerita pendek.

Sejumlah puisi karya Sapardi pun mulai diapresiasi dan diangkat ke bentuk seni lainnya seperti dimusikalisasi.

Sapardi Djoko Damono telah menulis puluhan buku dan karya tulis. "Hujan Bulan Juni" (1994) adalah salah satu karyanya yang paling terkenal. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya