logo


Spesialis Pencuri Uang dalam Mobil Beraksi di Praya

Berikut penjelasanya
459 View

Spesialis Pencuri Uang dalam Mobil Beraksi di Praya
Ilustrasi_doc. Liputan6.com

TAJUKLOMBOK. COM - Musibah beruntun datang, seperti selalu kita ikuti di media massa. Mulai dari musibah berskala lokal, regional hingga yang mondial, musibah terus menimpa manusia, baik perorangan, komunitas maupun bangsa. Musibah yang datang tak terduga dapat mengancam siapa saja, kapan saja, dan di mana pun. Apa pun bentuknya, secara kasat mata musibah bersifat merugikan.

Seperti peristiwa yang dialami oleh Herlian Fajarudin (33) warga Desa Jelantik, Kecamatan Jonggat itu harus menerima kenyataan, uang Rp 65 Juta yang disimpan di dalam Mobil miliknya hilang dicuri saat ia memarkir mobilnya di area parkiran Bank NTB Syariah Praya, Lombok Tengah, Selasa (3/12) pukul 12.00 wita.

Melansir Kicknews Today, Kepala Satreskrim Polres Lombok Tengah, AKP Rafles P Girsang membenarkan adanya kejadian pencurian tersebut.

“Iya benar, pelaku masih lidik,” ujar AKP Rafles seperti dilansir Kicknews Today.

Dijelaskan, kejadian itu berawal saat korban tiba di kantor Bank NTB Syariah Praya untuk mencari temannya yang bekerja di kantor Bank tersebut guna mentransfer uang. Kemudian korban memarkirkan mobil nya di halaman parkiran kantor Bank sebelah timur.

Pada saat korban sedang mengobrol dengan temannya , korban telah menyimpan uang Sebesar Rp. 65 juta yang di bungkus plastik warna hitam di bawah jok pengemudi sebelah kanan dan ditinggalkan dalam keadaan mobil terkunci.

“Selang waktu 15 menit korban mendengar kerumunan orang-orang yang melihat mobil korban sudah dirusak atau dipecahkan kaca depan sebelah kiri telah hancur. Sehingga korban menyadari bahwa mobil tersebut adalah miliknya, ketika diperiksa ternyata uang yang di simpan itu sudah tidak ada,” jelasnya.

“Atas kejadian itu korban melaporkan ke Polres Lombok Tengah, setelah itu anggota langsung melakukan olah TKP dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi guna mengungkap pelaku,” pungkasnya. 

Pembaca yang budiman! sesungguhnya, dilihat dari sudut mental spiritual, musibah bisa merupakan jalan naik menuju hidup yang lebih baik. Musibah itu tidak sia-sia hadir, bahkan walau menimpa kita. Musibah memberi kita peluang untuk mempelajari pengalaman menyedihkan, hingga kita menemukan kehidupan sejati dan hakikat keberadaan manusia di alam ini. Masalahnya musibah selalu hadir berupa tamparan atau cubitan yang tak enak untuk dirasakan.

Allah berfirman, ''Sungguh akan Kuberikan kepadamu kecemasan, kelaparan, kekurangan harta dan jiwa serta buah-buahan, tetapi berbahagialah orang yang bersabar, yakni orang yang ketika menemui musibah berkata, 'Sungguh kita kepunyaan Allah dan kepada-Nya kita akan kembali'.'' (Q. S. 2: 155-156).

Jelas, rinci serta praktis Allah menuntun hamba-Nya menghadapi setiap musibah. Allah menjelaskan, dengan musibah itu, orang yang biasa bersabar diuji kualitas kesabarannya, dan orang yang belum bersabar diberi peluang untuk mendapatkan kesabaran lantaran musibah itu. (/TL/Red).

Editor : Amaq Auliya