logo


Suami Pergi Mancing, eeeeh....Malah Istri Dipancing Tetangga

Berikut penjelasanya
Jumat, 18 Okt 2019, 15:02:05, 6232 View

Suami Pergi Mancing, eeeeh....Malah Istri Dipancing Tetangga
Ilustrasi_doc. Acehco

TAJUKLOMBOK. COM - Manusia itu bukan melulu mahluk rasional, tetapi juga mahluk emosional. Artinya ia memiliki kebutuhan rasio, juga kebutuhan emosi. Kebutuhan rasio berkenaan dengan hal-hal fisik atau material, kebutuhan emosi berkenaan dengan rasa. Dan namanya kebutuhan, tentu harus dipenuhi; baik yang rasio, maupun yang emosi. Yang satu tidak boleh diabaikan, yang lain harus diperhatikan.

Celakanya, kadang orang itu suka berat sebelah; memenuhi kebutuhan yang satu, dan mengabaikan kebutuhan yang lain. Akibatnya, ada “ruang kosong” yang menganga lebar di sana. Lalu ketika “best friend” datang mengisi kekosongan itu, “bendungan” pun jebol. Dari situlah perselingkuhan berawal.

 Seperti kisah perselingkuhan yang terjadi antara SG dan WL yang berhasil digrebek massa saat asyik indehoy, Minggu, 06 Oktober 2019 silam yang dikutip Tajuklombok. Com dari suara.com via Borbornews. Com pada Sabtu (18/10).

Melansir Borbornews. Com, WL, warga Desa Bukit Beringin, Kecamatan Bangko Barat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi digerebek warga karena kepergok berselingkuh dengan pria lain saat ditinggal suaminya memancing ikan.

Menurut warga, perselingkuhan mereka sebenarnya sudah tercium sejak lama, hingga warga akhirnya memutuskan menggerebek rumah pelaku.

Amin salah seorang warga setempat kepada awak media menceritakan kronologis kejadian penggerebekan pasangan selingkuh itu.

Menurut dia, pasangan ini sudah lama diintai warga, karena selama ini gerak-gerik (SG) laki-laki yang kesehariannya bekerja sebagai penambang emas ini sering terlihat berkunjung ke rumah WL pada malam hari, ketika suaminya tidak ada di rumah.

“Pada saat kejadian suami WL sedang pergi mancing. Pada saat itu juga warga mendapati SG masuk ke rumah WL. Kemudian, Karang Taruna dan RT setempat sepakat melakukan penggrebekan terhadap pasangan selingkuh tersebut,” terang Amin dilansir Jambiseru.com (jaringan Suara.com) via Borbornews. Com.

Saat penggrebekan, warga sempat kewalahan, sebab SG yang diduga selesai melakukan hubungan intim bersembunyi di dalam lemari pakaian.

“Ya warga sempat kewalahan, karena SG bersembunyi di dalam lemari pakaian, dan sempat melakukan perlawanan ketika hendak diamankan. Untuk menghindari amuk warga, pada malam itu juga SG diserahkan polsek untuk diamankan,” terangnya.

Kapolsek Bangko, Iptu Chandra Kirana, saat dikonfirmasi membenarkan atas penggerebekan pasangan selingkuh itu.

“Ya anggota kita langsung ke lokasi, dan untuk menghindari massa kita amankan pelaku," ujar Iptu Chandra. 

Dari kasus di atas dipicu, dan kemudian juga dipacu, oleh adanya “ruang kosong” itu tadi. Suami asyik mancing malam-malam ditengah laut, hingga lupa bahwa ada hati yang “merana sepi”. Dan kesepian itu akan terasa lebih menggigit di tengah keramaian orang yang bertepuk tangan riuh meski disampingnya ada konser dangdut sekalipun.

Kesepian dan ketidaknyambungan itu lalu “diisi” oleh sosok lain. Akibatnya, jalan menuju cinta terlarang terbuka lebar sehingga setan pun tak tinggal diam, malah semakin menaburkan keindahan didalamnya sehingga membuat manusia mabuk kepayang. Dalam situasi demikian, bahkan akal sehat pun bisa tidak berfungsi. Konon, ada tiga hal yang bisa membuat manusia menjadi super bodoh: ambisi kekuasaan, fanatisme agama, dan cinta buta! 

 Pembaca Tajuklombok. Com yang budiman, seandainya anda seorang suami, jangan berpikir, kalau kita sudah bisa memenuhi kebutuhan materi istri – menyediakan sandang, pangan, papan. Bahkan pula, mengangkat “derajatnya” dari yang “bukan siapa-siapa” menjadi orang terpandang; lalu cukup sudah hanya sampai di situ. Seolah kebutuhan istri hanya itu.

Dan andaikan anda seorang istri, jangan berpikir, kalau kita sudah bisa menjaga penampilan – wajah cantik menawan, body singset atletis; lalu cukup sudah bisa membuat suami nempel kayak perangko selamanya. Seolah kebutuhan suami hanya itu.

Betul, kita perlu “menata raga” supaya bisa memenuhi kebutuhan rasional pasangan kita. Tetapi itu baru separuh “tugas” kita. Separuh lainnya adalah, kita juga perlu “mengolah jiwa” supaya bisa memenuhi kebutuhan emosionalnya. Bila kedua kebutuhan itu terpenuhi secara baik dan benar, tidak ada kebutuhan yang defisit; niscaya relasi batiniah (bahasa kalbu) akan terjalin erat. Dan komunikasi pun akan tersambung rekat. (TL/Red).