logo


Tahun Ini, UNHAM Kembali Gelar PPG Dalam Jabatan

Berikut penjelasanya
95 View

Tahun Ini, UNHAM Kembali Gelar PPG Dalam Jabatan
Aswasulasikin, Koordinator PPG UNHAM_dokpri

TAJUKLOMBOK. COM  – Universitas Hamzanwadi kembali melaksanakan pendidikan profesi guru (PPG) dalam jabatan. Untuk tahun 2020 sekarang ini akan dimulai bulan Agustus mendatang. 

Progran PPG dalam jabatan merupakan program pendidikan guru untuk menyelesaikan dan menuntaskan sertifikasi guru dalam jabatan, sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

"Program PPG ini sudah dilaksanakan setiap tahun oleh Universitas Hamzanwadi sebagai salah satu perguruan tinggi di NTB yang dipercaya sebagai penyeleggara," terang Koordinator PPG Universitas Hamzanwadi, Dr. Aswasulasikin, M. Pd dalam rilisnya, Jumat (24/07/2020).

Tahun ini, papar Aswasulasikin, Universitas Hamzanwadi mendapatkan kuota sebanyak 684 peserta dengan rician, tahap pertama 291, tahap kedua 197, dan tahap ketiga 196 orang peserta tidak hanya berasal dari NTB, tetapi luar daerah seperti Bali dan Nusa Tenggara Timur.

"PPG tahun ini dimulai bulan Agustus hingga Desember yang dibagi tiga tahap. Pertama, mulai tanggal 4 Agustus sampai 6 November. Tahap dua mulai tanggal 19 Agustus sampai 19 November. Dan tahap tiga dimulai dari tanggal 24 Agustus sampai 5 Desember," ulasnya alumni UNY itu.

Ia mengaskan, semua proses pelaksanaan PPG itu akan dilakukan melaui daring, karena saat ini negara dalam situasi darurat. "Karena kita sedang dilanda pandemi covid-19, maka semuanya dilakukan melalui daring dengan dibimbing oleh tenaga pengajar yang sudah memenuhi kualifikasi,” tegasnya.

Aswasulasikin menyebutkan, untuk meningkatkan profesionalitas tenaga pengajar PPG, sekarang ini Universitas Hamzanwadi sedang memberikan penyegaran bagi dosen dan guru pamong yang bakal menjadi mentor peserta PPG.

"Perlu diketahui secara umum, PPG itu ada dua jenis, yakni PPG ralam jabatan dan PPG pra jabatan. Namun yang dilaksanakan oleh Universitas Hamzanwadi adalah PPG dalam jabatan, subsidi dari pemerintah pusat," terangnya. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya