logo


Tajuklombok Melawan Hoax dan Hate Speach

Berikut penjelasanya
Jumat, 05 Okt 2018, 22:00:34, 237 View

Tajuklombok Melawan Hoax dan Hate Speach

TajukLombok.Com - Hadits Nabi mengajarkan bahwa muslim sejati ialah jika tetangganya aman dari lidah dan tangannya. Makna terdalamnya ialah Nabi sangat menekankan kita semua untuk menjaga lisan dan tangan, dalam konteks sekarang dengan majunya dunia informasi teknologi kita harus bijak memanfaatkan jejaring dunia maya. Jadikan dunia maya untuk merajut persaudaan dan silaturahmi. Bukan malah dijadikan ajang menyebar ujaran kebencian, tentu ini akan berhadapan dengan hukum. Selain begitu, apabila kita terus meneruskan menyebar ujaran kebencian dan menebar permusuhan kepada sesama, otomatis kita akan terjerembab menjadi kaum yang sangat rendah (asfala safilin).

Kita harus selalu mengedepankan sikap husnudzan (positif) kepada yang lain, dan menghilangkan kecurigaan (su’udzan). Apalagi sikap ashabiyah, fanatik buta atas dasar hal yang tidak produktif juga harus dibuang jauh-jauh.

Kapolri melalui Surat Edaran tentang hate speech dengan  nomor SE/06/X/2015 yang ditandatangani Kapolri pada 8 Oktober 2015 menghimbau kepada kita semua untuk berhati-hati dalam memposting, membagikan atau berkomentar di media sosial. Hate speech sebagaimana surat edaran tersebut menyangkut antara lain; penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut. Dan lain-lain.

Lebih jauh, menurut UU ITE nomor 19 tahun 2016 yang merupakan perubahan dari UU nomor 11 tahun 2008, mereka yang membagikan informasi atau konten yang melanggar UU ITE bisa ikut dijerat dan dikenakan hukuman. Pengguna media sosial harus lebih berhati-hati dan jangan mudah membagikan sesuatu ke dunia maya tanpa melakukan konfirmasi kebenaran info tersebut.

Jadi harus waspada dan cek kembali informasi yang didapat, jangan asal membagikan dan akhirnya merugikan orang lain atau menyebarkan kebencian kepada khalayak ramai. Karena selain rawan masuk ke ranah hukum, bermedia sosial juga seringkali menimbulkan konflik yang tidak kecil. Banyak kasus yang kemudian menjadi besar gara-gara viral di media sosial.

Tapi, bukan berarti media sosial menjadi sesuatu yang menakutkan. Karena kita tetap saja bisa bermedsos dengan aman asal tahu regulasi atau aturannya. Untuk itu redaksi Tajuklombok.com menyunting tutorial singkat, 6 hal yang perlu dihindari saat bermedsos agar tidak sampai tersandung kasus hukum.

  Melanggar kesusilaan.

Setiap orang yang dengan sengaja mendistribusikan, mentransmisikan, dan atau membuat konten yang memiliki muatan melanggar kesusilaan yang dapat diakses secara elektronik bisa dijerat dengan UU ini.

Ancaman untuk muatan kesusilaan adalah dipidana paling lambat 6 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 45 ayat 1: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Perjudian.

Pasal 27 ayat 2 memuat aturan soal orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian.

Ancaman untuk konten yang memiliki muatan perjudian dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 45 ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan perjudian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik bisa diancam dengan pidana paling lama 4 tahun dan/atau Rp 750 juta.

Pasal 45 ayat 3: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).

Pemerasan dan/atau pengancaman.

Dalam Pasal 27 ayat 3 dan 4 dijelaskan ketentuan setiap orang yang dengan sengaja mendistribusikan, mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik yang memilii muatan pencemaran nama baik dan/atau fitnah yang diatur dalam KUHP, bisa dijerat dengan pasal ini.

Mereka yang melanggar pasal ini bisa dikenakan pidana paling lama 4 tahun dan atau denda Rp 1 miliar. Ketentuan tersebut adalah delik aduan bukan delik umum.

Pasal 45 ayat 4: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang                          mengakibatkan kerugian konsumen. 

Ancaman hukuman menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 45A ayat 1: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Menyebarkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ancaman menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/ atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Pasal 45A ayat 2: Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Berpikirlah mendalam sebelum anda berselancar di dunia maya, jadikan dunia maya sebagai media untuk menjalin tali silaturahmi antar sesama dan semoga kedepannya dengan adanya tutorial singkat ini kita lebih bijak dan semoga tutorial ini bermanfaat. (cr/Abdul_K)