logo


TGH Asdjazi : Organisasi Adalah Washilah, Bukan Ghoyah

Berikut penjelasanya
164 View

TGH Asdjazi : Organisasi Adalah Washilah, Bukan Ghoyah
TGH. Abdul Baasith Asdjazi_ foto dokpri

TAJUKLOMBOK. COM - Konflik berkepanjangan yang menguras tenaga dan fikiran di tubuh Nahdlatul Wathan akhirnya berujung pada penandatanganan perjanjian damai dan masing-masing memilih jalan sendiri dengan tetap berfastabiqul khairot melanjutkan perjuangan Maulanasyaikh.

Perdamaian tersebut mendapat reaksi beragam dari masyarakat, termasuk cicit dari Almagfurulah Maulanasyaikh TGKH. Zainuddin Abdul Majid yaitu TGH. Abdul Basith Asdjazi, yang diunggah melalui akun facebook pribadinya.

"Alhamdulillah, akta perjanjian perdamaian sudah di tanda tangani, tulis TGH. Asdjazi yang dilihat NWDI Online, Rabu (7/4).

Dalam postingannya, TGH. Asdjazi juga menggambarkan secara umum isi dari perjanjian damai yang dilakukan 21 Maret 2021 tersebut.

"Secara umum didalamnya termuat:
1. Keduanya sama dan setara sebagai penerus perjuangan Maulanasyaikh
2. Tidak ada saling usik, merendahkan dan menafikan dalam ikhtiar kedepan," imbuhnya.

Lebih jauh, ia membeberkan mengenai jargon yang selama dipakai oleh Nahdlatul Watahan yakni "Pokoknya NW, Pokok NW Iman dan Taqwa".

"Ada pertanyaan yg terlintas di benak, bagaimana kalau pihak sini pakai jargon pokoknya NW pokok NW iman dan taqwa? bagaimana kalau disana merayakan hultah NWDI? Saya yakin pertanyaan sejenis ini pasti terlintas juga di fikiran kita semua".

"Kalo kita liat dan dalami lagi, sebenernya poin perdamaian yang pertama sudah menjawab itu semua. Selama nilai perjuangan itu di rintis Maulanasyaikh, maka keduanya memiliki kedudukan yang setara untuk menggunakan dan melanjutkannya," bebernya. 

Dijelaskannya, bahwa tidak ada pembelahan dalam memperjuangkan apa yang telah dirintis oleh Maulanasyaikh (Niniknya:red), akan tetapi ini adalah awal yang indah sebagai sebuah kebangkitan.

"Jadi sebenernya ini bukan membelah-belah atau memisahkan apa yang sudah di rintis Maulanasyaikh, tapi ini sebenarnya adalah ekspansi perjuangan kearah yang lebih besar". 

"Saya yakin ini adalah titik balik kebangkitan ikhtiar kita semua memperjuangkan cita-cita Maulanasyaikh. Energi kita akan lebih banyak tersalurkan untuk perjuangan bukan perpecahan," jelasnya. 

Diakhir postingannya, TGH. Asdjazi mengajak kita mengenang bagaimana perjuangan Rasululloh yang juga pernah menandatangani beberapa kali perjanjian dan itu yang menjadi kilas balik kebangkitan Islam.

"Dan ingat, telah tercatat dalam sejarah bahwa perjanjian perdamaian akan selalu menjadi titik balik kebangkitan. Termasuk ketika awal mula Baginda Rasul SAW membangun madinah dengan pondasi perjanjian perdamaian". 

"Hmm... 
Kedepan pasti akan sangat menarik ketika keduanya saling support dan saling hadir dalam hadi NW dan hultah NWDI," tulis Asdjazi menandaskan.

Dari sini, tergambar TGH. Abdul Baasith Asdjazi memberikan penjelasan kepada kita bahwa berorganisasi itu merupakan alat (kendaraan) bukan sesuatu yang menjadi tujuan utama. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya