logo


TGH Habib Ziadi : Muharram Sebagai Momentum Mewujudkan Loteng Yang Madani|Tajuklombok

Berikut penjelasanya
735 View

TGH Habib Ziadi : Muharram Sebagai Momentum Mewujudkan Loteng Yang Madani|Tajuklombok
TGH Habib Ziadi Tohir_foto doc. Ilham Vitamele

TAJUKLOMBOK. COM – Umat Islam di seluruh dunia menyongsong datangnya tahun baru 1 Muharram 1442 H (Hijriyah) yang jatuh pada hari kamis 20 Agustus 2020. Pun demikian halnya masyarakat Lombok Tengah yang cukup kental pengamalan agamanya, menyambut 1 Muharam dengan menggelar pembacaan doa akhir dan awal tahun di masing pondok pesantren, masjid, mushalla ataupun di rumah masing-masing.

Salah seorang tokoh muda yang cukup diterima disemua kalangan, TGH Habib Ziadi Tohir mengajak umat Islam untuk meneguhkan persatuan dan mewujudkan tatanan kehidupan yang lebih baik dalam menyambut 1 Muharam 1442 H kali ini.

Menurutnya, Tahun Baru Hijriah mengandung makna sangat tinggi dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Tahun Baru Hijriah akan selalu mengingatkan kita umat Islam pada momen bersejarah hijrahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah. Semangat hijrah itulah yang menjadi tabarruj, motivasi maupun dorongan kita bersama untuk berpindah dari keadaan yang tidak baik menuju tempat yang lebih baik. Dari daerah yang  tertinggal menuju daerah yang maju atau paling tidak sejajar dengan daerah lain.

“Mari manfaatkan momentum 1 Muharram 1442 H ini untuk meneguhkan persatuan menuju dan mewujudkan Lombok Tengah yang Madani. Dalam kehidupan nyata, hijrah bisa bermakna perpindahan dari kemungkaran kepada ketakwaan, dari keterbelakangan kepada kemajuan, dari yang mudarat kepada yang manfaat, dan juga dari peradaban jahiliyah ke peradaban yang bermartabat,” jelasnya melalui siaran pers, Rabu (19/8).

TGH Habib Ziadi mengingatkan ada beberapa makna penting yang bisa digali dari peringatan tahun baru hijriyah. Pertama, hijrah mengingatkan umat pada sikap istiqamah atau teguh pendirian, layaknya Nabi Muhammad saw yang tetap berjuang menyebarkan Islam meski menghadapi berbagai rintangan, hambatan dan ancaman.

Kedua, hijrah cermin kecerdasan pemikiran Nabi dalam perjuangan dakwahnya, menyebarkan agama Islam. Ketiga, hijrah bermakna berpindah dari keadaan yang tidak atau kurang baik, ke keadaan yang lebih baik.

“Mari peringati Tahun Baru Islam dengan penuh kesyukuran. Manfaatkan kehadirannya untuk terus berusaha hijrah menjadi manusia, bangsa dan umat yang lebih baik. Mari hijrah dari berbagai kepurukan akibat dampak wabah covid-19, ke perbaikan yang telah dirancang yaitu Nurut Tatanan Baru (NTB). Semoga cita-cita menjadikan Lombok Tengah Maju segera terwujud,” tutur Tuan Guru muda yang lagi mencalonkan diri di Pilkada Loteng 2020 tersebut. (TL/Red).

Editor : Amaq Auliya