logo


TGH Habib Ziadi: Bermaulid Sepanjang Masa

Berikut penjelasanya
Sabtu, 30 Nov 2019, 05:22:17, 454 View

TGH Habib Ziadi: Bermaulid Sepanjang Masa
TGH Habib Ziadi_dokpri

Bermaulid Nabi Saw Sepanjang Tahun

TAJUKLOMBOK. COM - Bulan Rabiul Awwal sudah berlalu. Sebulan penuh kaum muslimin seantero jagad merayakan dan meramaikan bulan kelahiran Nabi Mulia, Muhammad Saw dengan beraneka ragam kegiatan.

Kini kita sudah berganti bulan. Namun esensi dari Maulid Nabi saw perlu dipelihara dan tetap dijaga.

Atas kepergian bulan Rabiul awwal ini, Tuan Guru Haji Habib Ziadi memaparkan tiga hal penting dalam merayakan maulid, sebagaiman yang ia kutip dari Muhammad bin Alwi.

"Dalam kesukacitaan merayakan maulid Nabi Saw, Dalam bukunya, Dzikrayat wa Munasabat Sayyid Muhammad bin Alwi memiliki 3 pandangan penting bagaimana agar peringatan Maulid Nabi Saw ini menjadi berkualitas. Bukan menjadi rutinitas tahunan yang tidak memiliki dampak signifikan bagi perbaikan ummat", katanya. Sabtu.

Pertama sambungnya, "Sayyid Muhammad berpendapat bolehnya peringatan maulid Nabi Saw selama kontennya berupa memperdengarkan sejarah Nabi Saw, shalawat kepada beliau, menyimak pujian yang layak beliau terima, mengundang makan khalayak ramai, dan menyenangkan hati ummat Nabi Muhammad Saw. Semua hal di atas memang ajaran dan anjuran Islam yang sejati. Tidak satupun orang mengingkarinya". 

Ia juga menambahkan, Konten maulid yang keluar dari koridor di atas mejadi senjata pihak yang tidak menyetujui maulid. Apalagi jika maulid diisi dengan hal-hal terlarang dan beraroma kemungkaran tentu harus dihilangkan. 

"Bagaimana mungkin meraih cinta Rasul Saw dengan hal-hal yang dilarangnya. Esensi perayaaan Maulid harus selalu dijaga dan dilestarikan", imbuhnya.

Kedua paparnya, "Adanya keyakinan bahwa perayaan Maulid Nabi Saw hanya pada hari atau malam tertentu saja (12 Rabiul Awwal) tidak pada hari lain merupakan Bid’ah yang terlarang. Beliau berpendapat bahwa mengagungkan dan memuliakan Nabi termasuk maulidnya seharusnya dilakukan setiap waktu dan setiap saat. Meskipun diakui bahwa momen Rabiul Awal memiliki nuansa dan sakralitas yang berbeda dibanding bulan lainnya. Antusiasme masyarakat untuk mengekspresikan rasa cinta dan rindunya pada Nabi Muhammad Saw lebih besar pada bulan itu".

Menurut beliau untuk memelihara cinta Nabi Saw, bermaulid perlu diselenggarakan sepanjang tahun dan setiap saat. Sebab, ummat ini harus selalu diingatkan pada Nabinya. 

"Setiap majelis sebaiknya diisi dan diniatkan sebagai Maulid Nabi Saw. Bukan di Rabiul Awal saja. Jangan sampai ummat ini mensyukuri kelahiran Nabinya hanya satu bulan saja. Apalagi cuma sehari atau semalam lalu melewatkannya pada hari dan bulan-bulan berikutnya", papar tokoh muda Lombok Tengah tersebut.

Dan yang terakhir ia menjelaskan bahwa, berkumpulnya masyarakat pada momen Maulid Nabi Saw merupakan wasilah dakwah yang luar biasa. Tidak mudah mengumpulkan manusia kecuali pada momen tertentu. 

"Momen Maulid Nabi Saw adalah kesempatan emas bagi para ulama dan dai menyampaikan fragmen sejarah kehidupan Nabi Saw untuk dijadikan pelajaran. Masyarakat kita ajak meneladani sisi akhlak, adab, kualitas ibadah, dan pola interaksi Nabi Muhammad Saw", tandasnya.

Para dai dan ulama dalam momen Maulid ini diharapkan memperingatkan pula masyarakat Lakan bahaya penyakit masyarakat seperti narkoba, free sex, mabuk, riba, bidah sesat, dan beragam kemungkaran lainnya. Sehingga Maulid Nabi saw bukan seremonial dan kumpul-kumpul saja, akan tetapi memiliki target-target mulia agar masyarakat kita peka dan sadar akan kondisi terkini yang dihadapinya.

Demikianlah bagaimana petunjuk seorang dzurriyah Al-Mushtafa Saw agar kita tidak melewatkan begitu saja momen peringatan Maulid Nabi Saw ini. Barang siapa yang tidak mengambil banyak faedah untuk urusan agamanya dalam setiap momen dan peristiwa, maka dia akan terhalang memperoleh banyak kebaikan dalam kesempatan lain. (TL/Red).


Editor : Amaq Auliya