logo


Tips Lindungi Anak Dari Kejahatan Seksual di Dunia Maya dan Dunia Nyata

Berikut penjelasanya
Senin, 29 Jul 2019, 21:12:44, 124 View

Tips Lindungi Anak Dari Kejahatan Seksual di Dunia Maya dan Dunia Nyata
Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan_dokpri Retno

TAJUKLOMBOK. COM - Pendidikan seks kepada anak-anak bukan hal yang tabu, tetapi HARUS dilakukan sejak dini agar anak-anak kita tahu jika dirinya dilecehkan atau akan berpotensi menjadi korban kekerasan seksual. 


1.    Gunakan sebutan yang tepat untuk menyebut anggota tubuh
Sejak anak-anak masih  kecil gunakan kata yang sebenarnya untuk menyebut kemaluan laki-laki dengan penis dan kemaluan perempuan dengan vagina. Jangan menggunakan nama yang dibuat-buat agar terlihat lucu, atau malah menyamarkan maknanya. Seperti burung, anu, kemaluan, atau istilah lainnya.

Hal ini akan membuat anak kebingungan menyebut apa yang dilakukan pelaku pada anggota tubuhnya, saat sesuatu terjadi dan perlu dilaporkan. Pemberian istilah yang samar pada anggota tubuh membuat stigma negatif terhadap bagian tubuh tersebut.

2.    Sentuhan aman vs sentuhan nakal. Pastikan anak mengetahui perbedaannya

Ajarkan anak sejak kecil  perbedaan antara sentuhan aman dengan sentuhan nakal yang membahayakan. Sentuhan yang aman biasanya adalah sentuhan yang diberikan pada area dimana tidak ditutupi oleh baju renang atau handuk. Seperti bahu, kepala, dan kaki. Sentuhan yang aman juga memberikan rasa tenang dan nyaman, seperti pelukan seorang ibu.

Sentuhan nakal dilakukan pada area yang ditutupi oleh pakaian dalam. Sentuhan ini juga membuat sesorang merasa gugup, takut atau cemas dan khawatir. Jika orang yang lebih besar menyentuhmu di tempat yang membuatmu merasa tidak nyaman, itu artinya sentuhan berbahaya.

Selalu katakan pada orangtuamu atau orang dewasa lain jika kamu menerima sentuhan nakal atau ada sesorang yang ingin melihat organ intimmu, maka laporkan ke ayah/ibu.   Anak-anak juga harus tahu bahwa mereka TIDAK AKAN PERNAH mendapat masalah jika memberitahu seseorang.

3.    Waspadalah jika anak melihat ponsel pintar atau tablet

Ketika anak mulai menggunakan ponsel pintar atau gawai lain terlalu sering dengan posisi yang sangat dekat, Anda harus waspada.

Ketika anak anda masih usia anak 0-18 tahun, maka ponsel pintar sebaiknya jangan diberikan sebagai hadiah, tetapi DIPINJAMKAN. Karena dipinjamkan, maka ponsel tersebut tidak boleh di password dan orangtua boleh mengecek sewaktu-waku, lakukan selama orangtua masih membayar pulsa dan anaknya berusia dibawah 18 tahun.  

Ketika orangtua memberikan ponsel pintar dan fasilitas wifi di rumah, maka orangtua berkewajiban mendampingi dan mengawasi penggunaan ponsel tersebut , sebagai bentuk perlindungan trehadap anak-anak dari potensi menjadi korban kejahatan di dunia maya. 

Hal ini merupakan tanggung jawab orangtua untuk mengawasi kegiatan anak di media sosial, whatsApp, dan lainnya. Ada banyak sekali cara-cara pintar yang anak lakukan untuk menyembunyikan aktifitas daringnya, dan orangtua hampir selalu terkecoh dengan taktik anaknya. 

Salam, 
Retno Listyarti, Komisioner KPAI Bidang Pendidikan