logo


Tolak PJS, Ratusan Massa ALI BATU Datangi Kantor Desa Lekor

Berikut penjelasanya
1576 View

Tolak PJS, Ratusan Massa ALI BATU Datangi Kantor Desa Lekor

TAJUKLOMBOK. COM - Ratusan massa aksi yang menamakan diri Aliansi Lekor Bersatu (ALI BATU) mendatangi Kantor Desa Lekor guna menyampaikan aspirasi dan menolak PJS yang ditunjuk menjadi Kepala Desa, Kamis (05/08/2021).

Belum kering pusara Agus Sadikin (Kepala Desa Lekor lama yang meninggal beberapa minggu lalu:red), kini mencuat polemik ditengah masyarakat dengan adanya penunjukan PJS Desa Lekor dari luar Desa.

"Penunjukan PJS ini dirasa tidak sesuai prosedur dan mekanisme yang ada serta kurangnya transparansi terkait daftar nama PJS yang di usulkan oleh BPD dan Pemerintah Desa, ungkap Salbi Ketua ALI BATU.

Sebelumnya, lewat SK Bupati Lombok Tengah, Pejabat Sementara (PJS) Kepala Desa Lekor di tetapkan akan di jabat oleh Lalu Suare yang merupakan warga Desa Saba.

Hal inilah yang ditolak, lantaran warga menilai masih ada  putra asli Lekor yang sudah memenuhi persyaratan dan kemampuan untuk menjadi Pejabat sementara (pjs) kades Lekor ketimbang orang luar.

"Kami menolak pjs kades dari luar karena di dalam desa sendiri ada putra asli Lekor yang memiliki kemampuan dan  secara persyaratan sudah terpenuh untuk menjadi pjs kepala desa. Kalau ada orang desa sendiri yang bisa, kenapa harus orang luar" ungkap M. Syaifuddin Zuhri salah seorang tokoh muda Lekor.

Ia juga menilai, penetapan dan pengajuan calon PJS yang di lakukan oleh BPD kepada Bupati tidak banyak melibatkan masyarakat. Seharusnya jauh-jauh hari sebelum nama-nama calon di ajukan ke Bupati, setidaknya mengundang para tokoh-tokoh masyarakat untuk di minta pendapat.

"Seharusnya sebelum di sahkan dan di sampaikan ke Bupati, minta pendapat dong ke banyak tokoh-tokoh desa jangan hanya kepada satu dua tokoh saja," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Lalu Junaidi tokoh pemuda lainnya menuturkan, pada saat hearing penetapan calon Pejabat sementara  (pjs) kades Lekor dengan BPD beberapa hari yang lalu di sepakati bahwa ada tiga calon yang akan di ajukan dengan masing-masing nomor urut satu dan dua adalah warga asli Lekor sementara satu calon lagi yang berasal dari luar ada di urutan terakhir. Tapi dalam kenyataannya dalam surat pengajuan yang di sampaikan ke bupati, nomor urutnya justru di rubah dengan menempatkan calon luar desa menjadi nomor urut satu.

"Kenyataannya, dalam surat pengajuan yang di sampaikan ke pak bupati, nomor urutnya justru di rubah, dengan menempatkan calon PJS dari luar desa menjadi nomor urut satu. Ini menurut kami yang janggal," tuturnya.

Sementara itu ketua BPD desa Lekor Ikiriadi pada saat menjawab pertanyaan warga menyampaikan bahwa penetapan dan pengajuan pejabat sementara kades Lekor sudah sesuai dengan prosedur dengan menyerap aspirasi warga yang di sampaikan lewat kepala wilayah masing-masing.

"Prosedur penetapan dan pengajuan sudah sesuai, kami juga menyerap aspirasi masyarakat lewat kepala-kepala wilayah dan di tangani langsung oleh masing-masing kepala wilayah" ucapnya.

Sebagai penguat aksi penolakan, warga membuat surat penolakan yang di tanda tangani oleh perwakilan dari warga, ketua BPD dan anggota serta forum kepala wilayah atau kadus desa Lekor.

Warga meminta supaya BPD secepatnya menyampaikan surat penolakan itu kepada Bupati.

Bahkan warga mengancam jika SK pjs penetapan Lalu Suare itu tidak di batalkan., warga mengancam akan menyegel kantor desa.(TL/Red).

Laporan : Hasan

Editor : Amaq Auliya