logo


Wisata Religi Abul Barokat di Makam Nyatoq, TGH. Imanuddin Ijazahkan Ilmu Hikmah Bismillah

Berikut penjelasanya
Kamis, 09 Jan 2020, 02:21:12, 1509 View

Wisata Religi Abul Barokat di Makam Nyatoq, TGH. Imanuddin Ijazahkan Ilmu Hikmah Bismillah
TGH. Imanuddin saat pengijazahan ilmu Hikmah Al-Fatihah_Tajuklombok. Com/istimewa

TAJUKLOMBOK. COM - Raungan suara sirene mobil patroli Polsek Jonggat membuyarkan keasyikan santri dan santriwati yang seakan-akan enggan meninggalkan tempat itu untuk kembali ke penjara suci mereka, Abul Barokat Wannafahat NW Bunkate. 

Ya, mereka harus kembali ke Abul Barokat Wannafahat NW Bunkate setelah sebelumnya melakukan wisata ziarah, karena sudah bukan hal yang asing lagi untuk di dengar. Dimana, saat ini bukan hanya pantai saja yang menjadi objek wisata menarik dikalangan masyarakat, tetapi makam dan tempat-tempat keramat suci juga merupakan lokasi objek wisata yang menarik. 

Ada beragam pilihan dalam berwisata ziarah di Lombok, namun memang kurang lengkap jika wisatawan tidak berkunjung, ke sebuah tempat religi yaitu Makam Wali Nyatoq di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. 

"Sekarang saya akan mengijazahkan ilmunya pemilik makam ini", kata TGH. Imanuddin kepada ribuan santri dan masyarakat umum ketika sampai di lokasi Makam Wali Nyatoq, Rabu (8/1).

Beliau kemudian menjelaskan asal-usul Makam Wali Nyatoq ini yang datang dari Iraq untuk memperjuangkan islam akhir zaman. 

"Anak-anakku, kalian harus jadi pejuang akhir zaman, pejuang Ahlussunnah Wal Jamaah melalui Nahdlatul Wathan", tegas TGH Imanuddin yang disambut serempak dengan kata 'nggih' oleh ribuan santri. 

Selanjutnya santri diarahkan untuk bergandengan tangan untuk menerima ijazah Ilmu Hikmah Bismillah yang menurut TGH Imanuddin merupakan ilmu dari Sayyid Abdurrahman Al-Bagdadi atau yang lebih populer dengan sebutan Wali Nyatoq. 

Pengijazahan dilakukan bertahap, diawali dengan santri, kemudian santriwati dan terakhir masyarkat umum yang merupakan wali santri. Bagi anda yang ingin menyaksikan video pengijazahan tersebut, silahkan lihat di akun facebook tajuklombok.com yang kami siarkan secara langsung kemarin. 

Usai pengijazahan, santri diarahkan untuk melanjutkan ziarah sendiri dan memilih lokasi baik di dalam maupun di luar.

"Tidak ada beda luar, maupun dalam. Yang penting niat kita ziarah", tandas TGH. Imanuddin. 

Untuk diketahui, makam ini merupakan sebuah makam dari seorang wali yang disebut sebagai Wali Nyatoq. Masyarakat setempat memang menyebutkan bahwa Nyatoq adalah seorang wali yang melegenda di Lombok, dan memang beliau ini memperlihatkan tanda-tanda kewaliannya. Begitupun dengan sebutan namanya yaitu Nyatoq memiliki arti nyata. sehingga tanda kewaliannya pun amat nyata.

Wali Nyatoq merupakan seorang penyiar agama Islam, yang sangat dihormati, sehingga makamnya dirawat dengan sangat baik oleh masyarakat setempat.

Karena itupun Makam Wali Nyatoq ini sangat terjaga dan terawat hingga saat ini.  lokasi makam ini pun dijadikan sebagai wisata religi atau wisata ziarah, sehingga banyak para pengunjung yang datang untuk berdoa di makam ini. tentunya dalam artian bukanlah doa sebagai meminta-minta atau menyembah melainkan sebagai penghormatan atau tawasul yang juga untuk doa keselamatan atau kesembuhan dari penyakit.

Setelah dirasa cukup dalam melakukan zikir dan tawassul di Makam Wali Nyatoq, rombongan wisata religi Abul Barokat menuju Masjid Nurul Bilad di Kute Mandalika untuk melaksanakan solat zuhur berjamaah. 

"Adapun tujuan melaksanakan kegiatan ini adalah untuk ngalap barokah" kata Sahpan, S. Pd selaku Ketua Komite Ponpes Abul Barokat di sela-sela istrirahat usai santap siang. 

Selain itu lanjutnya, bagaimana memperkenalkan icon wisata religi yang bertarap internasional kepada santri, sehingga mereka nantinya mampu menempatkan diri sebagai tuan rumah yang baik bagi wisatawan, baik lokal maupun internasional. Bukan malah sebaliknya, kita yang menjadi tamu di rumah sendiri. 

"Intinya adalah bagaimana mereka bisa jadi tuan rumah yang baik", imbuh Sahpan. 

"Biar dikata kami di kampung, tapi otaknya global", celetuk TGH. Imanuddin. 

Dan tujuan akhir dari kegiatan ini adalah sebagai refresing bagi santri, sebelum nantinya akan kembali berkutat pada program-program pondok yang jadwalnya sangat padat. 

"Kita kasi refresing anak-anak kita, kan setelah balik ke pondok jadwal mereka padat", kata Sahpan. 

Dijelaskan Sahpan, kegiatan ziarah Abul Barokat sebenarnya 3 lokasi dalam setahun. Yang pertama Makam Pahlawan Nasional TGKH. Zainuddin Abdul Majid Pancor yang dilaksanakan sehari sebelum Hultah NWDI, yang kedua Makam Wali Nyatoq,  dan yang ketiga Makam Wali Songo. 

"Untuk yang ketiga ini santri dari sekarang nabung, yang diberi nama program Tabungan Wali Songo, sehingga begitu uangnya cukup di akhir tahun/saat pelulusan, kita akan berangkat ziarah, dan kita sudah mengawali dulu sekali bersama pengurus pondok dan rekan-rekan guru", tandasnya. 

Usai solat Ashar berjamaah di Masjid Nurul Bilad, rombongan pun bersiap untuk kembali dan mengakhiri wisata religi kali ini. (TL/Red).

Editor: Amaq Auliya